PETAKAPASAL. Dinamika hukum disektor pendidikan kembali menjadi sorotan. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dijadwalkan hadir di Kejaksaan Agung RI pada Senin, 24 Juni 2025, guna memberikan keterangan dalam penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat praktik untuk sekolah kejuruan.
Pemanggilan ini menjadi babak baru dalam pengusutan kasus yang menyeret sejumlah nama penting diinternal kementerian.

Bukan Tersangka, Tapi Saksi Kunci
Pihak Kejaksaan menegaskan bahwa Nadiem hadir dalam kapasitas sebagai saksi, bukan tersangka. Pemeriksaan ini ditujukan untuk menggali keterangan tambahan yang dapat menjernihkan berbagai aspek teknis dan administratif terkait proyek pengadaan yang tengah diusut.
“Beliau akan kami periksa pada hari Senin sebagai saksi,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi, pada Jumat (20/6/2025).
Langkah ini dianggap penting untuk memperoleh gambaran utuh mengenai proses pengadaan yang berlangsung dalam rentang tahun 2021 hingga 2023, khususnya dilingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Proyek Bernilai Strategis, Tapi Sarat Masalah
Kasus yang tengah diselidiki berkaitan dengan pengadaan alat praktik untuk SMK, program yang secara substansi sangat strategis bagi penguatan pendidikan vokasi. Namun, program ini justru diduga menjadi celah bagi praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.
Beberapa pejabat serta rekanan swasta telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Meski nilai kerugian belum diumumkan secara resmi, indikasi penyimpangan anggaran dalam jumlah besar mulai terkuak dari hasil penyidikan awal.
Transparansi dan Akuntabilitas Diuji
Pemanggilan seorang menteri aktif dalam proses penyelidikan bukan hal yang lazim terjadi. Namun hal ini menunjukkan bahwa penegakan hukum berupaya dijalankan secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu.
Kejagung menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan secara independen dan profesional. Publikpun berharap agar upaya ini benar-benar mengungkap akar persoalan, bukan hanya menangkap gejalanya.
Kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam menjaga integritas birokrasi, khususnya disektor pendidikan yang selama ini diharapkan menjadi motor perbaikan masa depan bangsa.
Menanti Fakta, Bukan Spekulasi
Hingga kini, belum ada informasi bahwa Nadiem Makarim terlibat langsung dalam tindakan koruptif. Oleh karena itu, proses pemeriksaan sebagai saksi ini penting untuk memastikan sejauh mana pengetahuan dan peran beliau terkait proyek pengadaan yang bermasalah tersebut.
Masyarakatpun diimbau menahan diri dari asumsi dini, sembari menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak Kejaksaan.