
PETAKAPASAL. Ditengah hiruk-pikuk kota Bekasi yang kian padat, terselip satu kisah kelam yang menyayat hati. Seorang pemuda, yang seharusnya menjadi pelindung bagi ibunya, justru bertindak sebaliknya. Ia tega melayangkan kekerasan terhadap wanita yang melahirkannya sendiri hanya karena permintaannya akan uang tidak dipenuhi.
Adegan Tragis yang Terekam Kamera
Peristiwa memilukan ini terjadi diwilayah Mustikajaya, Bekasi, pada Rabu petang, 19 Juni 2025. Dalam sebuah video berdurasi singkat yang tersebar di media sosial, tampak seorang wanita lansia terjatuh akibat perlakuan kasar dari seorang pria muda. Tak butuh waktu lama bagi publik untuk mengetahui bahwa wanita tersebut adalah ibunya sendiri.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebutpun tak tinggal diam. Mereka langsung menghampiri dan melerai aksi kekerasan tersebut sebelum situasi memburuk. Keberanian warga menjadi titik balik dalam insiden ini, yang akhirnya ditangani oleh kepolisian.
Amarah yang Dipicu Oleh Uang
Menurut pernyataan Kapolsek Bantargebang, Kompol Samsono, penyebab kekerasan ini diduga berawal dari masalah sepele yang berujung fatal. Pelaku, berinisial M (25 tahun), diduga tersulut emosi setelah sang ibu menolak memberinya uang. Penolakan tersebut menjadi pemicu aksi brutal yang sama sekali tak mencerminkan kasih antara anak dan ibu.
“Pelaku marah karena tidak diberikan uang oleh ibunya,” ungkap Kompol Samsono saat dikonfirmasi oleh awak media.
Kini, pelaku telah diamankan di Polsek Bantargebang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor-faktor lain di balik tindakan tersebut.
Luka Tak Hanya Fisik, Tapi Juga Moral
Sang ibu telah mendapatkan perawatan dan perlindungan. Namun luka terbesar bukan hanya pada tubuh, melainkan pada batin baik korban maupun masyarakat yang menyaksikan bagaimana norma-norma keluarga bisa runtuh hanya karena ketidakmampuan mengelola emosi dan tekanan hidup.
Kasus inipun menggugah kembali kesadaran publik tentang pentingnya pendidikan emosional dan kontrol diri, terutama dalam relasi orang tua dan anak. Tuntutan ekonomi memang bisa menjadi beban, tapi ketika nilai kasih digantikan oleh amarah, maka batas kemanusiaan mulai tergerus.
Saatnya Merenung
Kejadian ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ia menjadi cermin bagi banyak keluarga yang mungkin tengah menghadapi tekanan serupa. Semoga insiden ini membuka mata bahwa kekerasan, apapun bentuknya apalagi terhadap orang tua tidak bisa ditoleransi dalam keadaan apapun.