
PETAKAPASAL. Sore kelabu menyelimuti Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (25/6/2025). Seorang pejabat publik, Mohamad Fuad, yang menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanambulava dan Gumbasa, meregang nyawa usai menjadi korban penyerangan brutal.
Pelaku, seorang pria berinisial IS (27), diduga melakukan aksi kekerasan bersenjata tajam yang menyebabkan korban tewas di tempat. Insiden tragis ini terjadi di lokasi pencucian mobil milik warga, dimana Fuad berada saat itu.
Serangan Mendadak dengan Senjata Tajam
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Sigi, Iptu Nuim Hayat, pelaku awalnya terlihat oleh warga dalam keadaan mencurigakan. Tanpa banyak peringatan, IS langsung mengayunkan parang ke arah korban, yang saat itu tengah mencuci mobil.
Tidak hanya berhenti di situ, pelaku kemudian kembali ke rumahnya untuk mengambil senjata lain, yakni celurit dan pisau dapur, lalu kembali ke lokasi. Saat beberapa warga mencoba menghentikan amukannya, pelaku justru ikut melukai dua orang lainnya yang berniat menolong.
Korban luka tersebut adalah Dakri dan Muhtazam, yang kini dirawat intensif di RSUD Torabelo akibat luka serius di beberapa bagian tubuh.
Pelaku Langsung Diamankan Polisi
Aparat kepolisian yang bergerak cepat tiba di lokasi tak lama setelah kejadian. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Hingga kini, ia masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif di balik tindakannya.
Yang mengejutkan, pelaku disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, menambah kompleksitas kasus ini. Pihak kepolisian belum menyampaikan motif resmi, namun dugaan sementara mengarah pada faktor pribadi yang masih didalami.
Polisi Himbau Masyarakat Tetap Tenang
Menyikapi kasus ini, pihak berwenang menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpancing emosi maupun melakukan aksi balasan. “Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian,” tegas Iptu Nuim.
Polisi juga memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan objektif, tanpa intervensi apa pun. Kasus ini pun mendapat perhatian luas dari masyarakat, mengingat korban adalah figur publik yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Luka yang Menggores Komunitas
Kematian Mohamad Fuad meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Tanambulava dan Gumbasa yang mengenalnya sebagai sosok bersahaja. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kestabilan emosi dan menyelesaikan konflik secara damai. Itulah mengapa kita perlu menghibur diri untuk menghindari dunia kriminal. Bagaimana caranya?
Pihak keluarga dan tokoh masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, serta mengimbau warga untuk ikut menjaga kondusivitas lingkungan.