petakapasal.law.blog

Autor, @rogerantamapro

Luka Lama Berujung Duka Dendam 10 Tahun Berakhir dengan Pembunuhan di Serang

PETAKAPASAL. Suasana malam yang tenang di Kampung Binuang Rawa, Serang, pecah oleh aksi brutal yang menewaskan seorang warga bernama Misri (39). Pria itu ditikam hingga tewas oleh tiga pelaku yang diduga dipicu oleh dendam lama yang belum usai.

Pembunuhan Terencana Dari Percakapan Santai ke Serangan Maut

Peristiwa tragis ini terjadi pada 19 Mei 2025. Malam itu, Misri tengah berbincang santai bersama dua rekannya di tepi jalan. Tanpa peringatan, tiga pria yang diketahui bernama Jaya Rahmat alias Joy, Samun (22), dan Kamsir (40) datang menghampiri mereka. Mereka tidak datang untuk berbincang, melainkan membawa pisau, golok, dan kapak.

Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang Misri dengan senjata tajam. Warga yang menyaksikan sempat panik, namun nyawa Misri tak terselamatkan. Ia tewas di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.

Pelarian Singkat yang Terbongkar

Usai kejadian, ketiga pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motor. Namun, pelarian mereka tak berlangsung lama. Tim gabungan dari Polres Serang akhirnya berhasil membekuk Jaya dan Samun di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara pada 27 Juni. Sedangkan Kamsir, yang mencoba melakukan perlawanan, akhirnya ditangkap setelah tindakan tegas dan terukur dari petugas.

Motif Balas Dendam Luka Lama yang Tak Pernah Sembuh

Menurut keterangan Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, pembunuhan ini didasari oleh dendam pribadi yang dipendam selama satu dekade. Tersangka Jaya Rahmat ternyata menyimpan kemarahan mendalam karena pernah dianiaya oleh Misri pada tahun 2015. Luka lama itu tak pernah sembuh dan kini, berujung pada aksi balas dendam berdarah yang merenggut nyawa.

Proses Hukum Berjalan, Harapan Akan Keadilan

Ketiga pelaku kini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum atas tuduhan pembunuhan berencana. Kasus ini menjadi pengingat bahwa dendam yang dibiarkan mengendap tanpa penyelesaian bisa meledak sewaktu-waktu dan menimbulkan kerugian besar, bukan hanya bagi korban, tetapi juga pelaku dan keluarganya.

Dendam Jadi Bom Waktu

Apa yang terjadi di Serang menjadi refleksi pahit tentang bahaya menyimpan dendam dalam jangka panjang. Konflik masa lalu, jika tidak diredam atau diselesaikan dengan bijak, bisa berubah menjadi tragedi yang tak termaafkan. Tindakan para pelaku tak hanya merenggut satu nyawa, tapi juga menghancurkan hidup mereka sendiri.

Semoga proses hukum dapat berjalan adil dan menjadi pelajaran penting bahwa kekerasan bukanlah jawaban dari luka yang belum sembuh.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai