
PETAKAPASAL. Pagi yang tenang di Kecamatan Srengat, Blitar, mendadak berubah menjadi mencekam saat warga menemukan sesosok perempuan muda tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan, Senin (8/7). Tak butuh waktu lama, kabar itu menyebar cepat dan mengguncang publik. Yang lebih mengejutkan lagi, korban diduga tewas bukan karena kecelakaan, melainkan dibunuh oleh orang terdekatnya sendiri.
Korban Dikenal Sebagai Sosok Ceria
Korban diketahui berinisial IY (26), warga asal Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Dalam kesehariannya, IY dikenal sebagai pribadi yang ceria dan ramah. Kepergiannya yang tragis meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat yang mengenalnya.
Saat ditemukan, tubuh IY tergeletak di sebuah lahan kosong di tepi jalan. Kondisinya masih mengenakan pakaian lengkap, namun terdapat tanda-tanda kekerasan fisik. Di sekitarnya, polisi juga menemukan sejumlah barang pribadi milik korban.
Polisi Bergerak Cepat, Pacar Jadi Terduga Pelaku
Kepolisian Blitar Kota dengan sigap melakukan olah TKP dan pemeriksaan forensik. Dari hasil penyelidikan awal, ditemukan indikasi kuat bahwa IY meninggal karena tindakan kekerasan, bukan sebab alami.
Yang lebih mengagetkan, pria berinisial D, yang diduga sebagai kekasih korban, diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. D disebut-sebut sebagai orang terakhir yang bersama korban sebelum ditemukan tewas.
Petunjuk Awal dari Hilangnya IY
Menurut informasi keluarga, korban sempat berpamitan pada malam sebelumnya dan pergi bersama seseorang. Namun hingga esok pagi, ia tak juga kembali. Keluarga mulai resah dan mencoba mencari keberadaan IY hingga akhirnya menerima kabar memilukan tersebut.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setiyo, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Dugaan awal mengarah pada konflik personal yang menjadi pemicu tindakan kekerasan. Namun motif pasti masih didalami lewat pemeriksaan lanjutan dan keterangan saksi.
Kekerasan Tak Selalu Datang dari Orang Asing
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Kekerasan, terutama dalam hubungan asmara atau pertemanan dekat, sering kali luput dari perhatian publik. Ia tumbuh diam-diam mmelalui cemburu berlebihan, kontrol emosional, hingga akhirnya memuncak dalam kekerasan fisik.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan tanda-tanda kekerasan sekecil apa pun. Terlebih bagi korban yang kerap merasa takut untuk bersuara, penting bagi lingkungan terdekat untuk ikut peka dan peduli.
Ketika Cinta Salah Jalan
Kasus tragis IY bukan sekadar berita kriminal biasa. Ini adalah pengingat nyata bahwa relasi yang tidak sehat bisa berujung fatal. Di balik senyuman dan kata-kata manis, bisa tersembunyi sisi gelap yang merusak.
Semoga kasus ini diusut tuntas dan keadilan berpihak pada korban. Yang lebih penting, semoga masyarakat semakin waspada dan belajar mengenali tanda-tanda awal dari hubungan yang membahayakan.