petakapasal.law.blog

Autor, @rogerantamapro

AS Pangkas Tarif Impor Produk Indonesia Jadi 19%, Tapi Ada Harga yang Harus Dibayar

PETAKAPASAL. Hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali menunjukkan geliatnya. Di pertengahan Juli 2025 ini, pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi memangkas tarif impor atas berbagai produk asal Indonesia dari yang semula 32% menjadi 19%. Sebuah kabar baik? Mungkin. Tapi mari kita lihat lebih dalam.

Angka Turun, Tapi Belum yang Terendah

Meski terlihat sebagai langkah positif, tarif 19% itu nyatanya masih bukan yang paling rendah di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara tetangga seperti Singapura dan Timor Leste hanya dikenai tarif sekitar 10%, sementara Vietnam bersaing tipis di angka 20%. Jadi, walau tarif kita turun, kompetisi ekspor tetap ketat.

Apa yang Indonesia Dapat?

Dengan penurunan tarif ini, peluang produk dalam negeri untuk masuk pasar AS terbuka lebih lebar. Sektor tekstil, produk makanan, dan barang manufaktur bisa mendapatkan keuntungan dari efisiensi tarif yang lebih ramah. Namun, penurunan tarif ini bukan tanpa syarat.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia menyetujui beberapa poin besar:

  • Pembelian energi dari AS senilai US$ 15 miliar
  • Impor produk pertanian AS mencapai US$ 4,5 miliar
  • Pembelian 50 unit pesawat Boeing berbagai tipe

Dalam dunia perdagangan, ini disebut sebagai kesepakatan dagang timbal balik. Sederhananya, jika ingin tarif turun, maka kita juga harus membuka pasar untuk produk mereka.

Ancaman Tersembunyi?

Ekonom memperingatkan bahwa kesepakatan ini bisa berdampak negatif pada sektor dalam negeri. Impor produk pertanian dan barang modal dari AS dalam jumlah besar berisiko menekan para petani lokal, industri kecil, hingga neraca perdagangan nasional. Dengan kata lain, kita bisa saja kewalahan oleh serbuan barang dari luar yang lebih kompetitif.

Tak hanya itu, banyak pihak juga menggarisbawahi ketimpangan dalam kesepakatan ini karena produk AS tetap bebas masuk ke pasar Indonesia tanpa tarif tambahan.

Masih Ada Babak Lanjutan

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Trump ini kemungkinan besar belum menjadi akhir dari cerita. Pada kuartal berikutnya (September–Oktober), perundingan akan dilanjutkan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa agenda diplomatik itu juga akan diwarnai dengan pendekatan informal, seperti main golf Bersama sebuah simbol pendekatan ala Trump yang tak biasa dalam dunia politik formal.

Antara Peluang dan Kewaspadaan

Langkah menurunkan tarif ekspor dari AS ini bisa menjadi angin segar bagi ekspor Indonesia. Namun, strategi perdagangan bukan hanya soal angka, tapi juga kalkulasi risiko jangka panjang. Pemerintah diharapkan tetap mengedepankan kepentingan nasional agar keuntungan yang diraih tidak dibayar terlalu mahal oleh rakyat dan pelaku industri lokal.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai