petakapasal.law.blog

Autor, @rogerantamapro

Anggaran Pendidikan Belum Capai 20%, Legislator PDIP Soroti Sri Mulyani

PETAKAPASAL. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie Othniel Frederic, melontarkan kritik kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait alokasi anggaran pendidikan nasional. Ia menyoroti fakta bahwa sejak era dua presiden terakhir, porsi anggaran pendidikan dalam APBN belum pernah benar-benar mencapai angka 20% sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

Masih Jauh dari Target Konstitusi

Dalam rapat kerja Komisi XI DPR bersama Kementerian Keuangan, Dolfie mengungkapkan kekhawatirannya mengenai keberlangsungan komitmen negara terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, meskipun pemerintah silih berganti, hasilnya tetap sama: alokasi untuk pendidikan tak kunjung menyentuh angka ideal.

“Sudah dua presiden kita lewati, tetapi realisasi anggaran pendidikan tetap tidak sampai 20 persen,” ujarnya dengan nada tegas namun tetap konstruktif.

Pendidikan, Investasi Masa Depan

Dolfie menilai bahwa kekurangan alokasi ini bukan hanya persoalan angka semata. Ia memandangnya sebagai indikator lemahnya perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia yang seharusnya menjadi prioritas nasional untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, jika anggaran pendidikan terus dikesampingkan, maka dampaknya akan terasa dalam jangka panjang, terutama dalam hal kualitas guru, fasilitas sekolah, serta akses pendidikan yang merata di seluruh penjuru negeri.

Seruan untuk Evaluasi dan Komitmen Serius

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPR mendorong Kementerian Keuangan untuk menjelaskan lebih detail penyebab belum tercapainya target tersebut, serta strategi yang bisa ditempuh untuk memperbaiki situasi.

“Kita tidak hanya butuh janji, tapi juga komitmen nyata dan keberanian dalam membuat keputusan anggaran yang berpihak pada pendidikan,” tambah Dolfie.

Kesimpulan

Pernyataan dari legislator PDIP ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan tak boleh hanya menjadi slogan. Pemerintah perlu menunjukkan prioritas melalui anggaran yang proporsional dan berpihak, sesuai dengan amanat undang-undang. Apalagi di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, investasi di sektor pendidikan menjadi kunci utama pembangunan bangsa.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai