
PETAKAPASAL. Indonesia terus memperluas jangkauan perdagangan internasionalnya melalui berbagai kerja sama strategis. Salah satu yang baru saja memasuki babak penting adalah Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Kesepakatan ini dipandang sebagai momentum besar bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di tingkat global.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menegaskan bahwa dunia usaha tidak boleh bersikap pasif menghadapi peluang ini. Menurutnya, CEPA dengan Kanada bukan hanya sekadar dokumen kerja sama, tetapi pintu masuk ke pasar yang sangat potensial dan relatif belum tergarap maksimal.
Latar Belakang dan Signifikansi CEPA
Perjanjian dagang yang diberi nama ICA-CEPA ini lahir setelah serangkaian perundingan panjang antara Indonesia dan Kanada. Tujuannya sederhana namun strategis: menciptakan kerangka perdagangan yang lebih adil, terbuka, dan menguntungkan kedua belah pihak.
Kanada, sebagai salah satu negara maju di kawasan Amerika Utara, memiliki tingkat konsumsi tinggi dan standar mutu yang ketat. Bagi Indonesia, hal ini sekaligus menjadi tantangan dan peluang. Produk nasional yang mampu menembus pasar Kanada otomatis akan mendapat pengakuan kualitas, sehingga lebih mudah diterima di negara lain dengan standar serupa.
Di sisi lain, Kanada juga melihat Indonesia sebagai pasar besar dengan 270 juta penduduk, serta pintu masuk strategis menuju Asia Tenggara. Kombinasi kepentingan inilah yang membuat CEPA disepakati untuk mempererat hubungan ekonomi dua negara.
Akses Pasar yang Lebih Luas
Salah satu poin penting dari CEPA adalah terbukanya preferensi tarif untuk berbagai produk unggulan Indonesia. Diperkirakan lebih dari 90 persen pos tarif akan mendapat perlakuan khusus, bahkan beberapa produk berpotensi masuk dengan tarif nol persen begitu kesepakatan resmi berlaku.
Produk-produk yang diproyeksikan menikmati keuntungan besar antara lain:
- Tekstil dan produk garmen
- Alas kaki
- Furnitur dan kerajinan kayu
- Produk makanan olahan
- Bahan bangunan seperti marmer dan granit
Dengan adanya preferensi tarif ini, barang-barang Indonesia akan lebih kompetitif di pasar Kanada. Jika sebelumnya harga produk kalah bersaing karena beban tarif, kini posisinya bisa sejajar atau bahkan lebih unggul dibanding produk serupa dari negara lain.
Potensi Lonjakan Nilai Perdagangan
Data perdagangan Indonesia–Kanada pada 2024 menunjukkan nilai transaksi bilateral mencapai sekitar USD 3,5 miliar. Pemerintah optimistis angka tersebut dapat meningkat signifikan setelah CEPA berjalan. Target jangka menengah yang dicanangkan adalah menggandakan nilai perdagangan hingga mencapai USD 7 miliar.
Kenaikan ini tidak hanya diharapkan dari ekspor produk barang, tetapi juga dari sektor jasa dan investasi. Kanada dikenal memiliki potensi investasi besar di bidang energi terbarukan, teknologi informasi, dan pendidikan. Sektor-sektor ini dapat menjadi titik masuk bagi kolaborasi yang lebih luas dengan Indonesia.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Meski peluangnya besar, Mendag menekankan bahwa pengusaha harus siap menghadapi sejumlah tantangan. Pasar Kanada dikenal memiliki regulasi yang ketat, baik dari sisi kualitas produk, keamanan pangan, hingga isu lingkungan. Produk yang tidak memenuhi standar akan sulit diterima, meskipun sudah mendapat preferensi tarif.
Selain itu, faktor logistik juga menjadi tantangan tersendiri. Jarak yang jauh antara Indonesia dan Kanada membuat biaya pengiriman relatif tinggi. Oleh karena itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan infrastruktur ekspor menjadi kunci keberhasilan.
Tak kalah penting, pengusaha kecil dan menengah (UKM) perlu mendapatkan pembinaan agar bisa naik kelas. Tanpa pendampingan, hanya perusahaan besar yang mampu memanfaatkan CEPA secara maksimal, sementara UKM tertinggal.
Strategi Pemerintah Mendukung Dunia Usaha
Untuk memastikan implementasi CEPA berjalan efektif, Kementerian Perdagangan bersama kementerian dan lembaga terkait akan membentuk tim khusus. Tim ini bertugas membantu pelaku usaha memahami aturan teknis, menyelesaikan hambatan dagang, hingga memfasilitasi sertifikasi produk.
Selain itu, pemerintah juga berencana memperbanyak sosialisasi dan pelatihan bagi eksportir. Tujuannya agar mereka memahami seluk-beluk pasar Kanada, mulai dari preferensi konsumen, standar kemasan, hingga strategi pemasaran digital yang relevan.
Tidak berhenti di situ, dukungan promosi juga akan diperkuat melalui pameran dagang, business matching, dan pembukaan jalur komunikasi langsung dengan importir Kanada. Dengan cara ini, pengusaha Indonesia tidak hanya siap secara produk, tetapi juga memiliki jejaring yang kuat untuk memperluas pasar.
Kanada sebagai Gerbang ke Amerika Utara
Salah satu keuntungan strategis dari CEPA adalah posisi Kanada yang bisa menjadi batu loncatan menuju pasar Amerika Utara. Produk yang sudah masuk dan diakui di Kanada memiliki peluang lebih mudah diterima di Amerika Serikat maupun Meksiko, yang sama-sama menjadi mitra penting dalam blok perdagangan North American market.
Dengan kata lain, CEPA tidak hanya membuka jalan menuju Kanada, tetapi juga memperluas peluang ke pasar yang lebih besar di kawasan tersebut. Hal ini sangat penting bagi Indonesia yang tengah berusaha memperkuat posisinya di rantai pasok global.
Peran Kunci Dunia Usaha
Mendag menekankan bahwa pemerintah hanya bisa membuka jalan, sementara pemanfaatan nyata dari CEPA bergantung pada keseriusan dunia usaha. Para pelaku usaha diharapkan aktif mencari peluang, meningkatkan kualitas produk, serta membangun jejaring dengan mitra Kanada.
Ada empat langkah utama yang sebaiknya dilakukan pengusaha:
- Memahami aturan CEPA secara detail, termasuk tarif, regulasi, dan dokumen ekspor.
- Menyesuaikan produk dengan standar Kanada, baik dari sisi kualitas maupun kemasan.
- Mengikuti pelatihan dan promosi yang disediakan pemerintah.
- Membangun kolaborasi dengan asosiasi bisnis dan lembaga keuangan agar lebih siap menghadapi tantangan ekspor.
Penutup
Kesepakatan ICA-CEPA Indonesia–Kanada bukan sekadar kerja sama perdagangan, tetapi momentum penting untuk meningkatkan daya saing bangsa. Dengan terbukanya akses pasar dan preferensi tarif, produk Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar Kanada.
Namun, peluang itu tidak akan berarti apa-apa tanpa kesiapan pengusaha. Oleh sebab itu, Mendag mengajak seluruh pelaku usaha baik besar maupun kecil untuk segera bersiap. Pemerintah telah menyiapkan dukungan, tetapi kerja sama erat dengan dunia usaha adalah kunci agar CEPA benar-benar memberikan manfaat luas bagi ekonomi nasional.