petakapasal.law.blog

Autor, @rogerantamapro

BYD Recall 115 Ribu Mobil di Tiongkok, Indonesia Bebas Dampak, Ini Penjelasannya

PETAKAPASAL. Industri otomotif global tengah bergerak cepat menuju era elektrifikasi. Namun, di balik kemajuan teknologi kendaraan listrik, ada tanggung jawab besar yang tak bisa diabaikan, keamanan dan kualitas produk. Baru-baru ini, raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD (Build Your Dreams), melakukan langkah besar dengan menarik kembali lebih dari 115 ribu unit kendaraan listrik di negara asalnya.

Langkah ini tentu menjadi perhatian dunia otomotif, mengingat BYD saat ini tengah gencar memperluas jangkauan globalnya termasuk ke Indonesia. Namun, apakah kabar ini turut memengaruhi konsumen BYD di Tanah Air? Mari kita kupas secara mendalam.

Apa yang Terjadi?

Pada Oktober 2025, BYD mengumumkan program penarikan kembali (recall) sebanyak 115.783 unit kendaraan yang tersebar dalam dua model utama, BYD Tang dan BYD Yuan Pro. Kedua model ini merupakan bagian dari lini kendaraan listrik dan hybrid yang cukup populer di pasar domestik Tiongkok.

Langkah recall ini dilakukan berdasarkan pengawasan dari State Administration for Market Regulation (SAMR) lembaga pemerintah Tiongkok yang menangani regulasi kualitas produk dan keselamatan konsumen. Temuan SAMR menunjukkan adanya potensi masalah teknis yang bisa berdampak pada keselamatan pengguna.

Dua Model, Dua Masalah Teknis Berbeda

Masalah yang ditemukan tidaklah sepele. Pada model BYD Tang, yang diproduksi antara tahun 2015 hingga 2017, ditemukan potensi gangguan pada motor penggerak listrik. Sistem pelepasan daya dari motor tersebut berisiko tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam kondisi ekstrem, hal ini bisa menyebabkan overheating atau bahkan korsleting pada sirkuit listrik, yang tentu bisa membahayakan pengemudi maupun penumpang.

Sementara itu, pada model BYD Yuan Pro yang diproduksi antara 2021 hingga 2022, masalah terletak pada sistem penyegelan baterai. Gasket atau karet penyekat pada unit baterai terdeteksi tidak tertutup rapat. Akibatnya, air bisa masuk ke dalam kompartemen baterai saat kendaraan melewati genangan air atau berkendara dalam kondisi hujan lebat. Infiltrasi air ini bisa berpotensi menyebabkan kerusakan sistem kelistrikan bahkan kegagalan fungsi baterai.

Solusi yang Disiapkan BYD

Sebagai bentuk tanggung jawab, BYD langsung mengambil tindakan korektif. Untuk unit Tang, pabrikan akan melakukan pembaruan perangkat lunak (software update) serta modifikasi pada sistem pengelolaan daya motor agar distribusi listrik lebih stabil dan aman.

Sementara untuk Yuan Pro, BYD akan memperbaiki sistem segel pada baterai dengan sealant tambahan untuk memastikan tidak ada kebocoran air ke dalam baterai. Semua proses ini dilakukan tanpa biaya bagi konsumen dan merupakan bagian dari layanan purna jual BYD.

Lalu, Bagaimana dengan Indonesia? Aman atau Terpengaruh?

Pertanyaan paling banyak muncul dari pecinta otomotif Tanah Air: Apakah recall ini berdampak ke Indonesia?

Jawabannya tidak.

PT BYD Motor Indonesia, selaku perwakilan resmi di dalam negeri, menyampaikan bahwa model Tang dan Yuan Pro belum pernah dijual secara resmi di Indonesia. Sehingga, konsumen lokal tidak perlu khawatir akan risiko recall yang tengah berlangsung di Tiongkok.

Saat ini, BYD Indonesia hanya memasarkan lini model seperti BYD Dolphin, Seal, Atto 3, dan Sealion 7, serta satu model kendaraan keluarga dari sub-brand mereka, Denza D9. Seluruh model ini tidak termasuk dalam daftar unit yang mengalami recall di negara asalnya.

Recall Bukan Aib, Tapi Tanggung Jawab

Bagi sebagian konsumen, mendengar kata recall mungkin terdengar menyeramkan, bahkan dianggap sebagai aib pabrikan. Namun sejatinya, recall adalah bentuk tanggung jawab produsen terhadap keselamatan konsumen.

Di era kendaraan listrik yang kompleks dan sarat teknologi canggih, potensi kesalahan produksi atau kegagalan komponen bukanlah hal mustahil. Justru, kemampuan sebuah pabrikan untuk mengakui kekurangan dan memperbaikinya secara proaktif menjadi nilai tambah yang penting. Dalam hal ini, BYD menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan keselamatan, bukan hanya sekadar mengejar angka penjualan.

Apa yang Bisa Dipetik Konsumen di Indonesia?

Meskipun konsumen Indonesia tidak terdampak langsung, kejadian ini menyimpan sejumlah pelajaran penting:

  • Pastikan membeli kendaraan dari jaringan resmi.
    Kendaraan yang dibeli dari jalur distribusi resmi lebih mudah dilacak dan mendapatkan layanan purna jual, termasuk jika suatu saat ada pengumuman recall.
  • Perhatikan riwayat kendaraan jika membeli unit bekas.
    Jangan lupa memeriksa apakah unit tersebut pernah masuk daftar recall di negara asal atau bukan, terutama jika kendaraan didatangkan melalui importir umum.
  • Selalu ikuti jadwal perawatan berkala.
    Kendaraan listrik memerlukan perawatan dan pengecekan komponen kelistrikan yang rutin. Kecerobohan bisa berujung pada masalah yang lebih serius.
  • Tanggapi recall sebagai bentuk kepedulian produsen, bukan masalah besar.

Daripada membiarkan kerusakan tersembunyi, lebih baik diperbaiki sebelum menimbulkan risiko di jalan.

BYD dan Masa Depan Otomotif

Langkah BYD untuk menarik lebih dari 100 ribu unit kendaraan di pasar domestiknya adalah refleksi dari kedewasaan industri otomotif modern. Ini bukan tentang kegagalan, melainkan tentang proses evaluasi dan peningkatan berkelanjutan.

Bagi Indonesia, kabar baiknya adalah tidak ada konsumen lokal yang terdampak dari masalah tersebut. Namun tetap, ini bisa menjadi momen penting untuk kita memahami bahwa memilih kendaraan bukan hanya soal performa dan harga, tetapi juga soal dukungan jangka panjang, keamanan, dan komitmen produsen terhadap konsumen.

Di tengah geliat mobil listrik yang mulai ramai di jalanan Indonesia, konsumen perlu semakin cermat dan kritis dalam memilih kendaraan. Semoga ke depan, semakin banyak produsen yang menempatkan keselamatan konsumen sebagai prioritas utama seperti yang ditunjukkan oleh BYD kali ini.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai