petakapasal.law.blog

Autor, @rogerantamapro

Indonesia dan G20 Ketika Langkah ke Panggung Dunia Mendapat Sorotan Global

PETAKAPASAL. Dalam dunia diplomasi dan hubungan internasional, setiap undangan, setiap pertemuan, dan setiap kata yang diucapkan memiliki makna strategis yang lebih dalam dari yang tampak di permukaan. Itulah yang tercermin dari kunjungan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, ke Jakarta pada akhir Oktober 2025. Kunjungan ini bukan sekadar pertukaran formal antara dua kepala negara, melainkan sebuah sinyal kuat tentang pentingnya peran Indonesia di panggung global khususnya dalam forum G20 yang akan datang.

Presiden Ramaphosa menyampaikan dengan lantang bahwa kehadiran Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Johannesburg pada 22–23 November 2025 adalah sesuatu yang sangat dinanti-nanti. Bagi Afrika Selatan, keikutsertaan Indonesia lebih dari sekadar formalitas diplomatik itu adalah penanda penting dalam membangun representasi global yang lebih adil dan seimbang.

Indonesia sebagai Wakil Dunia Selatan

Dalam pidatonya bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Ramaphosa menekankan bahwa negara-negara di belahan bumi selatan sering kali berada di bawah bayang-bayang negara-negara besar di utara. Forum G20, menurutnya, tidak akan lengkap tanpa kehadiran dan kontribusi aktif dari negara-negara seperti Indonesia.

“Ketika negara seperti Indonesia dan Afrika Selatan terlibat aktif dalam forum ini,” ujar Ramaphosa, “status G20 sebagai forum global menjadi lebih kuat. Kami melihat kehadiran Indonesia sebagai upaya untuk mengangkat suara dari dunia selatan, yang selama ini kurang mendapat panggung dalam percaturan global.”

Dengan kata lain, Indonesia dianggap sebagai jembatan penting yang menghubungkan negara-negara berkembang dengan tatanan global yang tengah berubah.

G20 Bukan Sekadar Ajang Diskusi Ekonomi

Meski G20 kerap dikenal sebagai forum ekonomi, sebenarnya isu yang dibahas jauh melampaui angka-angka PDB dan statistik perdagangan. Di dalamnya terdapat diskusi tentang perubahan iklim, ketahanan pangan, teknologi digital, hingga stabilitas geopolitik.

Dalam konteks ini, Indonesia hadir sebagai negara yang memiliki pengalaman unik, dari pembangunan ekonomi yang inklusif hingga peran aktif dalam mendorong dialog lintas budaya dan agama. Ketika Indonesia hadir di forum seperti G20, perspektif yang dibawa bukan hanya soal kepentingan nasional, melainkan kontribusi terhadap solusi global.

Menguatkan Hubungan Bilateral Lebih dari Seremoni

Selain membahas peran Indonesia dalam G20, kunjungan Presiden Ramaphosa juga membawa misi penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Afrika Selatan dan Indonesia. Kedua negara memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama, baik di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan.

Ramaphosa secara terbuka menyatakan keinginannya agar hubungan kedua negara tidak hanya hangat di level diplomatik, tapi juga konkret dalam bentuk kerja sama ekonomi. “Kami ingin melihat hubungan dagang yang jauh lebih substansial, dan investasi yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Di era globalisasi saat ini, hubungan semacam itu menjadi penting bukan hanya untuk pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga untuk memperkuat posisi strategis di kancah internasional.

Kenapa G20 Penting bagi Indonesia?

Keikutsertaan Indonesia dalam G20 bukan hanya prestise semata. Ada banyak nilai strategis yang bisa diambil, di antaranya:

  • Meningkatkan Citra Global
    Indonesia tampil bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pemain aktif dalam pembentukan arah kebijakan global.
  • Menarik Investasi Internasional
    Partisipasi di forum global membuka akses terhadap jaringan bisnis dan keuangan kelas dunia.
  • Mempengaruhi Agenda Global
    Dengan posisi sebagai negara demokrasi besar di Asia Tenggara, Indonesia punya peluang untuk menyuarakan isu-isu penting seperti transisi energi, pembangunan berkelanjutan, dan keadilan iklim.
  • Memperkuat Diplomasi Selatan-Selatan
    G20 menjadi ajang penting untuk membangun koalisi antar negara berkembang, memperkuat posisi bersama di hadapan negara-negara maju.

Dari Solo ke Johannesburg Langkah Menuju Kepemimpinan Global

Setelah sukses menjadi tuan rumah G20 di Bali pada 2022, Indonesia kembali hadir sebagai negara dengan visi global yang kuat. Keikutsertaan Indonesia di KTT G20 Johannesburg menandai kesinambungan diplomasi aktif yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.

Di tengah berbagai tantangan global mulai dari ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, hingga perubahan iklim partisipasi Indonesia menjadi simbol harapan bahwa negara-negara berkembang dapat memainkan peran penting dalam membentuk masa depan dunia.

Sebuah Kolaborasi Menuju Dunia yang Lebih Setara

Kunjungan Presiden Afrika Selatan ke Indonesia dan undangan kepada Presiden Prabowo untuk menghadiri KTT G20 bukan hanya agenda protokoler. Ini adalah babak baru dalam upaya bersama untuk membangun dunia yang lebih inklusif dan adil.

Melalui forum seperti G20, dan dengan partisipasi aktif negara-negara seperti Indonesia, dunia memiliki peluang untuk melihat model kolaborasi yang tidak didominasi oleh satu kutub kekuatan saja tetapi lebih plural, lebih terbuka, dan lebih representatif.

G20 Johannesburg bukan sekadar pertemuan. Ia adalah panggung di mana Indonesia sekali lagi dapat membuktikan bahwa suaranya penting, visinya relevan, dan kontribusinya dibutuhkan oleh dunia.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai